Hidup Jalan di Tempat, Motivasi Timbul Tenggelam

Apa tujuan hidupmu? Mungkin ini adalah pertanyaan yang mengusik kepala, atau pertanyaan yang tidak perlu diberi tempat dalam ruang percakapan sebab keseharian melumat pikiran dengan rutinitas yang tak kunjung selesai. Apalagi, waktu menghabisi kesempatan untuk memikirkan hidup itu sendiri. Pertanyaan ini agaknya terlampau berat bagi yang malas berpikir. Hidup sudah berat! Untuk apa membebaninya dengan … Lanjutkan membaca Hidup Jalan di Tempat, Motivasi Timbul Tenggelam

Menujumu

Kepada pagi yang purna karna hadirmu Demi pahitnya kopi yang jadi manis dalam senyummu Ijinkan aku mengekalkan jalan menujumu agar petualangan ini punya tempat melabuhkan hatinya Tanadaru, Duapuluh Novem DelapanBelas

Membaca Gerakan Kerelawanan

Anak Muda adalah harapan dan penerus bangsa. Pada kehendak dan jiwa mereka bangsa ini menaruh harapan akan masa depan yang lebih bermartabat. Dengan potensi dan kapasitas yang dimiliki, anak muda hendaknya menjamin suatu bentuk kehidupan yang bermartabat sejak saat sekarang. Dengan mengasah diri, meningkatkan kapasitas dan mengembangkan jaringan serta turun ke dalam kenyataan sekitar, seorang … Lanjutkan membaca Membaca Gerakan Kerelawanan

Memeluk Senyummu

Pagi adalah usaha memeluk senyummu dalam dekapan paling mesra. Setelah semalam malaman bercinta di antara bintang. Kita mesti bergandengan menuju pagi terhangat dalam cakap penuh cita demi gubuk damai di seberang pelupuk mata. Koepang, lima sepuluh sembilan belas

Jatuh Cinta

hujan sibuk menafsir barisan kata yang lahir sesudah air terjerembab ke tanah mendung berpadu kelabu jadi saksi ketika tinta menoreh kata pada kertas putih meski jalan menujumu terkadang bermandi peluh senyum di sudut bibirmu adalah obat segala perih setelah dihantam gemuruh dan untuk mencintaimu, aku memilih untuk menjawab apa pun tentang apa saja. Kupang, DuaLimaMaretSembilanBelas

Membedah Kenyataan Beragama

Situasi defensif dan perilaku represif dalam menegakkan ajaran agama oleh organisasi sipil masyarakat dengan embel-embel agama membuktikan relevansi pernyataan Karl Heinrich Marx bahwasanya, agama adalah candu. Defenisi Marx bahwa agama adalah candu, bertolak dari latar belakang keterasingan manusia, ketika manusia tidak mampu mengaktualisasikan dirinya secara benar.¬† Mengaktualisasikan diri maksudnya sebagai bentuk pertumbuhan, perkembangan dan adaptasi … Lanjutkan membaca Membedah Kenyataan Beragama

Kenapa Pemuda Keluar dari Desanya?

Berangkat dari pertanyaan; kenapa pemuda harus ke luar dari desanya kalau di dalam desa sendiri ia mampu berdaya dan berkarya? para pemuda di desa Mandala Mekar berkarya melintas batas. Mendirikan badan usaha milik desa bernama PT. Bumades Panca Mandala yang terdiri dari lima desa di Kecamatan Jatiwaras. Memetakan potensi desa berbasis penelitian. Mengidentifikasi persoalan mendasar … Lanjutkan membaca Kenapa Pemuda Keluar dari Desanya?